Kuala Lumpur,
Sebagai pecinta makanan, aku termasuk orang yang lumayan suka mencoba-coba berbagai macam jenis masakan dan makanan.Pas kuliah di Jakarta rasanya selama makanan itu bersih dan ga aneh2 aku makan aja. Cuma ya itu ga semuanya, maklum karena keterbatasan dana. Semakin kesini-kesini, setelah banyak mendengar isu-isu makanan yang tidak halal akhir-akhir ini, aku jadi semakin mawas diri. Wah jangan-jangan aku pernah lagi makan makanan yang nggak halal, Nauzubillah, Ya Allah ampuni dosaku. Sebagai orang islam, aku dan kebanyakan muslim lainnya sepertinya banyak yang kurang peduli akan masalah ini. Coba deh liat klo ke mal-mal atau restoran2, meskipun di gerai-gerai makanan tersebut tidak mencantumkan logo halal, selama makanan itu "enak" pasti banyak yang ngantri. Entah itu di warung emperan maupun direstoran-restoran mahal. Padahal kita sebagai orang indonesia yang penduduk muslimnya terbanyak di dunia harusnya lebih "aware" untuk menyaring dan memilih apa2 yang akan masuk kedalam perut kita. Kita kan bukan orang barbar yang pemakan semua. Sebagai muslim jelas tertulis didalam Al Qur'an, apa-apa saja makanan yang boleh dimakan dan apa yang tidak. Tapi pada kenyataannya tidak seperti itu.
Misalnya aja ayam, semestinya memang ayam itu halal dimakan. Akan tetapi, kita harus lebih teliti sebelum memakan. Ingat, apakah ayam itu sudah disembelih dengan cara yang benar? apakah ayam itu dimasak dengan menggunakan bahan2 makanan yang halal, seperti kecapnya, bumbunya dan lain-lain? Kebanyakan dari kita nggak memikirkan sampai kepada hal itu, termasuk aku.
Jadi ingat dulu jaman smp, Aceh, yang rata2 penduduknya muslim (kecuali yang chinese ya) semua warung-warung makanan seh "no doubt" halal. Bahkan akupun sering makan makanan diwarung-warung makan yang penjualnya memang bukan orang muslim, dengan asumsi makanan yang dijual pastilah halal, mana mungkin mereka menjual makanan yang nggak halal. Padahal klo dipikir2 bisa aja kan bumbu2 masakannya ga halal, Bisa saja mereka menggunakan kecap2 ikan atau saos tiram atau bumbu "spesial" yang nggak halal, siapa yang tahu? Mie kocok misalnya, yang bahan-bahannya terdiri dari mie basah, tauge, kuah kaldu dan daging giling (jadi ngences ngomonginnya...) bisa sajakan daging gilingnya dicampur (bukan murni daging sapi, klo pun daging sapi, apakah sudah disembelih secara benar) atau bisa saja bahan untuk membuat kuah kaldu yang enak itu bahan2nya berasal dari bahan yang tidak halal? Waduh klo di ingat2 jadi serem euy...
Contoh kasus 1
Pengalamanku dulu waktu pertama kali kejakarta, didekat rumah pamanku, ada satu warung bakso. Karena udah lapar banget, dan nggak pikir panjang langsung aja pesan satu mangkok porsi mie bakso. Sebelum makan aku baca basmallah, percaya atau nggak, koq pas baru makan berapa suap, rasanya aneh ya, nggak seperti bakso sapi yang biasa aku makan, rasanya gimana gitu. Sampai akhirnya aku putuskan nggak menghabiskan baksonya. Udahlah biar aja mubazir, daripada ga enak hati makannya. Pas udah nyampe dirumah pamanku, aku ditawari makan, trus aku bilang tadi udah makan diwarung sebelah rumah. Pas tanteku dengar, dia langsung bilang, Astaghfirullah, Nah lho? trus aku nanya, memangnya kenapa, ada yang salah? kata tanteku warung bakso itu nggak halal. Langsung lemes rasanya, pantesan aja rasanya lain, rupanya ada babi dibalik bakso. Tanteku tau karena memang mereka tetanggaan. Padahal sebelum memesan makanan aku sempat ngeliat daftar menunya, nggak ada babi dilist nya. Pelajaran yang aku petik saat itu, jangan makan lagi diwarung itu, dan jangan makan makanan diwarung yang penjual makanannya bukan muslim
Kasus 2
Makan di Duck King. Aku udah lupa kapan pertama kali aku makan di resto itu. Seingatku dari pertama nyobain langsung cocok dilidah. Setelah tahu masalah isu-isu makanan tidak halal, aku jadi nggak pernah makan lagi direstoran itu kira2 sejak 3 th lalu. Apalagi klo ngeliat bebek yang dipajang dan digantung didepan etalase resto itu seperti disembelih tidak sesuai dengan syariat islam (lehernya masih utuh, ga ngerti gimana cara sembelihnya). Selain itu, setelah aku cek, memang restoran itu sampai sekarang tidak ada sertifikasi halalnya.
Kasus 3
Waktu ayah dapat tugas ke Manila. Dari awal aku udah siapan makanan untuk dibawa selama seminggu kesana. Aku udah masakin rendang dan ikan kayu dari nyanyak. Abis takut klo-kalo disana nantinya ayah susah nyari makanan yang halal disana. Entah kenapa juga ayah waktu itu males bawanya, klo ga salah karena nggak mau repot. Trus aku tawarin bawa makanan instant juga gak mau(ayah memang ga begitu suka makan makanan instant). Untung sempat juga aku selipkan 2 bungkus indomie kedalam kopernya. Dan ternyata benar, susah banget nyari makanan halal di Manila. Pastinya ada, cuma pasti bener2 susah nyarinya. Mau makan makanan fast food pun nggak dijamin halal. Pernah ada yang nanya ke salah satu francaise fast food terkenal di Manila, mereka bilang minyak yang digunakan pun berasal dari babi. Kasian bener ayah saat itu. Bisanya cuma makan makanan Vegetarian atau cuma mesen nasi putih. Dan untungnya di hari-hari terakir masih ada sisa indomie yang aku selipin. Makanya ayah, klo mama bekalin bawa aja, feeling mama kan tajam, bisa menerawang (apa coba???)
Kasus 4
Pas nyari-nyari bahan-bahan buat bikin cheese cake. Dulu banget, pas cheese cake baru booming di Indonesia, aku iseng2 nyari resep2nya, dan kebanyakan dari resep cheese yang aku baca, rata2 memakai bahan kue yang namanya gelatin. Setelah browsing sana sini, ternyata gelatin itu kebanyakan terbuat dari lemak babi. Kalaupun ada dari lemak sapi, belum tentu sapi nya disembelih dengan halal. Waktu itu aku jadi mengurungkan niat membuat cheese cake, sampai akhirnya beberpa tahun kemudian aku nemuin resep cheese cake dengan yang menggunakan bahan2 yang halal.
Kasus 5
Hampir aja lupa, Waktu aku divonis dokter bahwa saat hamil ACA ku tinggi dan harus suntik Heparin. Aku juga diberi tahu oleh dokter Hematologi bahwa ada 2 jenis heparin yang bisa aku pilih, satu yang berasal dari babi (yang paling bagus efeknya) dan satunya lagi berasal dari sapi. Pastinya aku memilih yang berasal dari sapi, meskipun aku harus suntik heparin sehari dua kali selama hamil.
Kasus 6
Bahan-bahan kosmetik dan personal care yang sehari-hari kita gunakan. Klo bisa sebelum menggunakan produk2 kecantikan benar2 diteliti dulu, apakah bahan2nya berasal dari bahan2 yang boleh kita gunakan. Bayangkan saja klo kita sholat akan tetapi diwajah kita masih terdapat foundation atau bedak atau apalah yang tidak halal, apakah nantinya sholat kita akan sah? Apalagi sekarang InsyaAllah sudah ada produk2 kecantikan yang ada label halalnya. Yang InsyaAllah terjamin kehalalannya, kan jadinya tenang, mau sholatpun nggak perlu khawatir.
Dan masih banyak kasus-kasus lainnya yang aku udah lupa detailnya. Jadi teringat, dulu waktu aku pulang ke Banda Aceh dari Jakarta naik kapal laut, aku pernah satu kamar dengan seorang ibu yang berasal dari tanah Karo, Sumatra Utara. Awalnya aku nggak nyangka klo si ibu itu seorang muslim. Soalnya setiap malam, dikamar kelas 2B itu (kamar tempat tidur di dalam kapal berisi 8 ranjang) yang semuanya sodara si ibu itu, mereka suka nyanyi pake bahasa batak gitu, dalam pikiranku, pastilah mereka semua kristen yang taat. Eh setelah berkenalan dengan mereka semuanya termasuk ibu itu, ternyata nggak semuanya kristen. Ibu itu muslim dan dia seorang muaalaf. Sampai akhirnya dia cerita bagaimana ceritanya sampai akhirnya dia menemukan hidayah dan memeluk agama Islam. Rupanya ibu ini seorang dosen, dan saat dia menyelesaikan tesis S3nya, dia meneliti tentang apa hubungan makanan dengan perilaku seseorang. Disitulah dia mulai mengenal Islam. Ternyata makanan yang baik dan halal akan sangat mempengaruhi kepribadian seseorang setelah diteliti secara ilmiah. AKu udah lupa gimana detail penjelasan. Intinya dia berpesan padaku, kalau nanti aku punya anak, ingat untuk selalu memberi anak-anakku nanti dengan makanan yang halal, karena itu akan mempengaruhi perilaku anak-anakku kelak.
Makanan yang halal itu bukan hanya berasal dari bahan makanannya tapi juga bagaimana cara mendapatkannya. Kepada ayahnya anak-anak aku selalu berpesan, aku nggak masalah berapapun gajinya selama dia berasal dari harta yang halal dengan cara yang halal aku ikhlas menerimanya, apalagi klo banyak (nah lho!!!!!).
Yah mulai sekarang kita sama-sama menjagalah supaya selalu berhati-hati dalam memilih makanan. Mencari makanan yang halal wajib hukumnya bagi setiap muslim. Klo masih banyak pilihan makanan yang halal dan pasti kehalalannya kenapa harus nyoba yang NON HALAL? Ayo gunakan semua produk Halal baik itu makanan, obat2an, maupun kebutuhan sehari-hari. Say no to produk2 Non Halal. InsyaAllah hidup kita nanti akan lebih barakah. amin.
Selasa, 08 Mei 2012
Kamis, 03 Mei 2012
Cara membuat Asam Sunti
Kuala Lumpur,
Sebagai orang Aceh dan suka dengan masakan Aceh, Asam sunti adalah bumbu wajib yang harus ada di lemari penyimpanan. Klo aku yang pecinta asam sunti, kemana aja pergi, pasti bawa. Abis enak seh dipakai untuk masakan apa aja (kecuali daging yah..) Digoreng sama telor ceplok oke, dimasak gulai ayam enak, dimasak sama ikan wajib, pokoknya always asam sunti. Biasanya aku selalu dapat kiriman asam sunti dari Aceh, karena males bikin sendiri. Ceritanya, pas kemaren sewaktu abis melahirkan ada sida yang nemenin aku dan jago bikin asam sunti, jadilah belimbing wuluh yang sedang berbuah dihalaman depan gak terbuang, dan semuanya dibuat asam sunti. Nah buat yang penasaran cara bikinnya, berikut caranya :
Sebagai orang Aceh dan suka dengan masakan Aceh, Asam sunti adalah bumbu wajib yang harus ada di lemari penyimpanan. Klo aku yang pecinta asam sunti, kemana aja pergi, pasti bawa. Abis enak seh dipakai untuk masakan apa aja (kecuali daging yah..) Digoreng sama telor ceplok oke, dimasak gulai ayam enak, dimasak sama ikan wajib, pokoknya always asam sunti. Biasanya aku selalu dapat kiriman asam sunti dari Aceh, karena males bikin sendiri. Ceritanya, pas kemaren sewaktu abis melahirkan ada sida yang nemenin aku dan jago bikin asam sunti, jadilah belimbing wuluh yang sedang berbuah dihalaman depan gak terbuang, dan semuanya dibuat asam sunti. Nah buat yang penasaran cara bikinnya, berikut caranya :
Kamis, 26 April 2012
Ngaji yuk nak...
Kuala Lumpur,
Ada keberkahan tersendiri untuk orang tua dan anak apabila orang tuanya sendiri yang pertama kali memperkenalkan Al-Qur'an kepada anaknya. Ditambah lagi, aku pernah baca buku tentang seorang anak jenius Hussein Tbatabataba'i, dalam usianya 7 tahun sudah menyandang gelar doktor karena sudah hafal dan paham Al-Qur'an. Subhanallah. Bayangkan saja, kita saja baca qur'an masih senin kamis, seumur hidup khatam qur'an boleh dihitung dengan jari. Nah ini, anak yang "meutuah" ini umur 7 th sudah bisa hafal dan paham qur'an. Orang tua mana yang bahagia dengarnya, kalaulah anak-anak kita nanti lulus kuliah dan dapet kerjaan bagus, itu memang memberikan kita kebahagiaan, minimal di dunia, akan tetapi kalau ditambah dengan anak yang bisa menghafal al_qur'an, sujud syukur selalu. Gimana nggak, kita sebagai orang tuanya akan dijamin syurga oleh Allah. Amin... Amin...Ya Rabbal'alamin.
Nah ceritanya,
Ada keberkahan tersendiri untuk orang tua dan anak apabila orang tuanya sendiri yang pertama kali memperkenalkan Al-Qur'an kepada anaknya. Ditambah lagi, aku pernah baca buku tentang seorang anak jenius Hussein Tbatabataba'i, dalam usianya 7 tahun sudah menyandang gelar doktor karena sudah hafal dan paham Al-Qur'an. Subhanallah. Bayangkan saja, kita saja baca qur'an masih senin kamis, seumur hidup khatam qur'an boleh dihitung dengan jari. Nah ini, anak yang "meutuah" ini umur 7 th sudah bisa hafal dan paham qur'an. Orang tua mana yang bahagia dengarnya, kalaulah anak-anak kita nanti lulus kuliah dan dapet kerjaan bagus, itu memang memberikan kita kebahagiaan, minimal di dunia, akan tetapi kalau ditambah dengan anak yang bisa menghafal al_qur'an, sujud syukur selalu. Gimana nggak, kita sebagai orang tuanya akan dijamin syurga oleh Allah. Amin... Amin...Ya Rabbal'alamin.
Nah ceritanya,
Selasa, 17 April 2012
Resep Bubur ayam ala abang-abang :)
Kuala Lumpur,
Udah seminggu belakangan ini kepengen banget makan bubur ayam abang-abang yang biasa nongkrong depan bidakara. Tapi gimana coba caranya? beli bubur ayam di KFC (breakfast feast) jam sebelas pasti udah abis. Tadi pagi akhirnya aku coba-coba sendiri, hasil tidak mengecewakan, bahkan aman dimakan anak-anak, bebas msg. berikut resepnya:
Bahan-bahan :
Bahan bubur :
- 1 cup beras yang sudah diblender (biar cepet, sebelumnya supaya tambah gurih,beras disangrai sebentar)
- 2 lbr daun salam
- 1 batang serai
- 1 sdt garam
- 2 lt air
Bahan Bumbu / kuah kuning :
- 1/2 ekor ayam negeri
- 1,5 lt air untuk merebus ayam
- 3 sdm minyak goreng
- 2 sendok kecap manis
- garam secukupnya
Bahan yang dihaluskan :
- 5 siung besar bawang merah
- 2 siung besar bawang putih
- 2 butir kemiri
- 1 sdt ketumbar
- 1 sdt lada putih
- 1/2 sdt pala
- 1 batang serai
- 1 sdt kunyit halus
Bahan Pelengkap :
- kerupuk bawang dan emping
- bawang goreng
- irisan daun seledri
- kecap asin (kalau ada)
Cara Membuat :
Bubur :
Rebus beras yang sudah disangrai bersama daun salam, serai dan sedikit garam sampai kental dan masak.
Kuah kaldu :
Masukkan ayam yang sudah dipotong-potong, air, dan garam kedalam panci, rebus hingga ayam empuk. Pisahkan ayam dan kaldunya.
Goreng ayam hingga kuning kecoklatan. Dan disuir-suir
Lalu panaskan minyak didalam wajan dan tumis semua bumbu yang dihaluskan sampai harum dan keliatan berminyak. Masukkan tumisan bumbu dan kecap manis kedalam kuah kaldu dan masak hingga mendidih.
Taruh bubur kedalam mangkuk, tambahkan sedikit kecap asin dan kecap manis, ayam suir, siram kuah kaldu, bubuhi bawang goreng, irisan seledri dan terakhir tambahkan kerupuk.
Bubur siap dihidangkan, hmmmm yummy.
Selamat Mencoba :)
PS: sebelum sempat difoto, buburnya keburu abis :(
Udah seminggu belakangan ini kepengen banget makan bubur ayam abang-abang yang biasa nongkrong depan bidakara. Tapi gimana coba caranya? beli bubur ayam di KFC (breakfast feast) jam sebelas pasti udah abis. Tadi pagi akhirnya aku coba-coba sendiri, hasil tidak mengecewakan, bahkan aman dimakan anak-anak, bebas msg. berikut resepnya:
Bahan-bahan :
Bahan bubur :
- 1 cup beras yang sudah diblender (biar cepet, sebelumnya supaya tambah gurih,beras disangrai sebentar)
- 2 lbr daun salam
- 1 batang serai
- 1 sdt garam
- 2 lt air
Bahan Bumbu / kuah kuning :
- 1/2 ekor ayam negeri
- 1,5 lt air untuk merebus ayam
- 3 sdm minyak goreng
- 2 sendok kecap manis
- garam secukupnya
Bahan yang dihaluskan :
- 5 siung besar bawang merah
- 2 siung besar bawang putih
- 2 butir kemiri
- 1 sdt ketumbar
- 1 sdt lada putih
- 1/2 sdt pala
- 1 batang serai
- 1 sdt kunyit halus
Bahan Pelengkap :
- kerupuk bawang dan emping
- bawang goreng
- irisan daun seledri
- kecap asin (kalau ada)
Cara Membuat :
Bubur :
Rebus beras yang sudah disangrai bersama daun salam, serai dan sedikit garam sampai kental dan masak.
Kuah kaldu :
Masukkan ayam yang sudah dipotong-potong, air, dan garam kedalam panci, rebus hingga ayam empuk. Pisahkan ayam dan kaldunya.
Goreng ayam hingga kuning kecoklatan. Dan disuir-suir
Lalu panaskan minyak didalam wajan dan tumis semua bumbu yang dihaluskan sampai harum dan keliatan berminyak. Masukkan tumisan bumbu dan kecap manis kedalam kuah kaldu dan masak hingga mendidih.
Taruh bubur kedalam mangkuk, tambahkan sedikit kecap asin dan kecap manis, ayam suir, siram kuah kaldu, bubuhi bawang goreng, irisan seledri dan terakhir tambahkan kerupuk.
Bubur siap dihidangkan, hmmmm yummy.
Selamat Mencoba :)
PS: sebelum sempat difoto, buburnya keburu abis :(
Kamis, 12 April 2012
Ayam Peulemak ala Janyak (Masakan aceh rayeuk)
Kuala Lumpur,
Udah cobain gulai ayam dimana-mana, tetap aja nggak ada yang ngalahin ayam peulemak bikinan nyanyak, maknyus bgt. Apalagi dimakan dengan nasi panas. Sebenarnya resepnya simpel banget, cuma seperti biasa, prosesnya agak lama dan harus sabar. Berikut resepnya :
Bahan-bahan :
- 1 ekor ayam kampung (kecuali kepala dan ceker, potong ayam menjadi 12 bagian,tergantung selera masing2)
Bumbu yang dihaluskan :
- 2 siung besar bawang putih
- 15 buah cabe merah keriting
- 10 buah cabe rawit hijau
- 2 sdt kunyit halus
Bumbu lainnya :
- 5 siung bawang merah yang sudah diiris
- 2 batang serai (klo aku suka banget serai jadi suka pake banyak)
- daun kari secukupnya.
- 1 lembar daun kunyit
- santan kental, ukurannya berasal dari 2 buah kelapa tua.
- garam secukupnya
Cara membuatnya :
Yang pertama sekali, ciri khas, masakan ayam dari aceh adalah, ayamnya dibakar terlebih dahulu dengan mengunakan arang dari batok kelapa. Tapi klo ga ada dan susah nyarinya, boleh juga panggang dengan menggunakan oven (aromanya akan sedikit berkurang, tp nggak apa-apa lah daripada nggak ada :( ) dan bakar hingga berwarna kuning keemasan atau sedikit kecoklatan.
Langkah kedua adalah "kerinyai" atau mencampur semua bumbu yang dihaluskan termasuk bawang merah,daun kari,serai,daun kunyit, garam dengan ayam yang sudah dibakar. Setelah tercampur dengan rata barulah hidupkan api kompor, tambah sedikit saja air dan masak dengan api kecil. Masak terus sampai airnya tinggal sedikit, apabila ayam masih sangat keras/belum setengah empuk tambahkan lagi air. Ingat, jangan menambahkan air terlalu banyak, apabila belum empuk tambahkan air sedikit demi sedikit. Setelah kuahnya tinggal sedikit dan ayam sudah hampir empuk, barulah masukkan santan kental.Tetap masak dengan api kecil dan aduk sesekali. Masak hingga santannya berminyak dan kuahnya menjadi seperti rendang. Klo sudah seperti rendang, berarti ayamnya sudah masak dan siap dihidangkan.
Selamat Mencoba
Udah cobain gulai ayam dimana-mana, tetap aja nggak ada yang ngalahin ayam peulemak bikinan nyanyak, maknyus bgt. Apalagi dimakan dengan nasi panas. Sebenarnya resepnya simpel banget, cuma seperti biasa, prosesnya agak lama dan harus sabar. Berikut resepnya :
Bahan-bahan :
- 1 ekor ayam kampung (kecuali kepala dan ceker, potong ayam menjadi 12 bagian,tergantung selera masing2)
Bumbu yang dihaluskan :
- 2 siung besar bawang putih
- 15 buah cabe merah keriting
- 10 buah cabe rawit hijau
- 2 sdt kunyit halus
Bumbu lainnya :
- 5 siung bawang merah yang sudah diiris
- 2 batang serai (klo aku suka banget serai jadi suka pake banyak)
- daun kari secukupnya.
- 1 lembar daun kunyit
- santan kental, ukurannya berasal dari 2 buah kelapa tua.
- garam secukupnya
Cara membuatnya :
Yang pertama sekali, ciri khas, masakan ayam dari aceh adalah, ayamnya dibakar terlebih dahulu dengan mengunakan arang dari batok kelapa. Tapi klo ga ada dan susah nyarinya, boleh juga panggang dengan menggunakan oven (aromanya akan sedikit berkurang, tp nggak apa-apa lah daripada nggak ada :( ) dan bakar hingga berwarna kuning keemasan atau sedikit kecoklatan.
Langkah kedua adalah "kerinyai" atau mencampur semua bumbu yang dihaluskan termasuk bawang merah,daun kari,serai,daun kunyit, garam dengan ayam yang sudah dibakar. Setelah tercampur dengan rata barulah hidupkan api kompor, tambah sedikit saja air dan masak dengan api kecil. Masak terus sampai airnya tinggal sedikit, apabila ayam masih sangat keras/belum setengah empuk tambahkan lagi air. Ingat, jangan menambahkan air terlalu banyak, apabila belum empuk tambahkan air sedikit demi sedikit. Setelah kuahnya tinggal sedikit dan ayam sudah hampir empuk, barulah masukkan santan kental.Tetap masak dengan api kecil dan aduk sesekali. Masak hingga santannya berminyak dan kuahnya menjadi seperti rendang. Klo sudah seperti rendang, berarti ayamnya sudah masak dan siap dihidangkan.
Selamat Mencoba
Selasa, 10 April 2012
Resipi Donat Malaysia
Kuala Lumpur,
Awalnya coba bikin donat pake resep yang biasa, eh koq adonannya aneh? Setelah didiamkan selama 1 jam, adonan gak mengembang. Setelah 2 kali coba dan tetep gagal, akhirnya aku cari-cari resep baru, dan ternyata ok banget, berikut resepnya :
Bahan-bahan:
- 2 sdt yeast
- 1/8 cup air hangat (suam kuku, suhunya 45 derajat)
- 1/4 cup gula pasir
- 1 buah kuning telur
- 3/4 cup susu cair (UHT / pasteurisasi. di panaskan sedikit aja)
- 1 sdt garam
- 2 sdm butter / margarin
- 2,5 cup tepung gandum (wajib tepung gandum/wheath flour , jangan all purpose flour)
Cara Membuat :
- Didalam wadah besar, masukkan yeast dan air hangat, aduk hingga berbusa dan berubah warna menjadi cream, dan diamkan selama lebih kurang 5 menit.
- Masukkan susu, kuning telur, gula pasir, butter dan 1 cup tepung gandum serta garam, aduk hingga merata dan tidak ada adonan yang menggumpal. Setelah itu baru tambahkan tepung gandum sedikit demi sedikit, adon terus hingga kalis dan tidak lengket lagi ditangan.
- Setelah adonan siap, bulatkan adonan, tempatkan dalam wadah yang besar, tutup dengan kain lembab dan simpan adonan ditempat tertutup selama kurang lebih 1 jam.
- Setelah 1 jam, adonan harusnya mengembang 2 kali ukuran semula. Bagi adonan dalam 13 bagian, dan bentuk seperti donat. Diamkan sebentar,kira-kira 15- 30 menit. Goreng donat dalam minyak hangat. Jangan terlalu panas, agar adonan bagian dalampun akan masak dengan sempurna.
- Setelah selesai donat bisa dimakan dengan icing sugar, celupkan dalam coklat cair, apa aja deh sesuai selera.
Selamat mencoba :)
PS: fotonya nyusul yah
Awalnya coba bikin donat pake resep yang biasa, eh koq adonannya aneh? Setelah didiamkan selama 1 jam, adonan gak mengembang. Setelah 2 kali coba dan tetep gagal, akhirnya aku cari-cari resep baru, dan ternyata ok banget, berikut resepnya :
Bahan-bahan:
- 2 sdt yeast
- 1/8 cup air hangat (suam kuku, suhunya 45 derajat)
- 1/4 cup gula pasir
- 1 buah kuning telur
- 3/4 cup susu cair (UHT / pasteurisasi. di panaskan sedikit aja)
- 1 sdt garam
- 2 sdm butter / margarin
- 2,5 cup tepung gandum (wajib tepung gandum/wheath flour , jangan all purpose flour)
Cara Membuat :
- Didalam wadah besar, masukkan yeast dan air hangat, aduk hingga berbusa dan berubah warna menjadi cream, dan diamkan selama lebih kurang 5 menit.
- Masukkan susu, kuning telur, gula pasir, butter dan 1 cup tepung gandum serta garam, aduk hingga merata dan tidak ada adonan yang menggumpal. Setelah itu baru tambahkan tepung gandum sedikit demi sedikit, adon terus hingga kalis dan tidak lengket lagi ditangan.
- Setelah adonan siap, bulatkan adonan, tempatkan dalam wadah yang besar, tutup dengan kain lembab dan simpan adonan ditempat tertutup selama kurang lebih 1 jam.
- Setelah 1 jam, adonan harusnya mengembang 2 kali ukuran semula. Bagi adonan dalam 13 bagian, dan bentuk seperti donat. Diamkan sebentar,kira-kira 15- 30 menit. Goreng donat dalam minyak hangat. Jangan terlalu panas, agar adonan bagian dalampun akan masak dengan sempurna.
- Setelah selesai donat bisa dimakan dengan icing sugar, celupkan dalam coklat cair, apa aja deh sesuai selera.
Selamat mencoba :)
PS: fotonya nyusul yah
Kamis, 05 April 2012
Tentang jibab..
Kuala Lumpur,
Jadi ingat waktu sma, ada sepupuku yang sering kali menanyakan pertanyaan yang sama setiap kali ketemu, nanya, "dek, kapan ada rencana pake jilbab?" dan jawabanku saat itu, "entar ajalah, adek belom siap kak, klo sekarang, masih banyak yang harus adek benahi, adek harus menata hati, perbuatan, tingkah laku adek, ngapain adek buru-buru pake jilbab klo nantinya sikap dan perbuatan adek nggak sesuai dengan jilbab yang adek pakai,yang ada malah malu-maluin orang tua. Kan banyak yang gitu kak, udah pake jilbab perbuatannya ya gitu, amit-amit, mending kayak sekarang aja, jaga hati, jaga sikap meskipun nggak pake jilbab. Udah gitu adek merasa belum mendapat hidayah. Nanti klo InsyaAllah udah ada hidayah, adek pasti berjilbab". Itulah jawaban yang aku lontarkan dulu, dan itu juga yang menjadi jawaban banyak muslimah lain ketika ditanya alasannya tentang kenapa belum berjilbab.
Bahkan sempat terlintas dipikiranku, ngapain seh sibuk banget ngurusin urusan orang, itukan masalah hati, ngapain ditanya-tanya, ntar klo udah waktunya aku berjilbab, ntar aku juga berjibab koq. (Astaghfirullah....)
Jadi ingat waktu sma, ada sepupuku yang sering kali menanyakan pertanyaan yang sama setiap kali ketemu, nanya, "dek, kapan ada rencana pake jilbab?" dan jawabanku saat itu, "entar ajalah, adek belom siap kak, klo sekarang, masih banyak yang harus adek benahi, adek harus menata hati, perbuatan, tingkah laku adek, ngapain adek buru-buru pake jilbab klo nantinya sikap dan perbuatan adek nggak sesuai dengan jilbab yang adek pakai,yang ada malah malu-maluin orang tua. Kan banyak yang gitu kak, udah pake jilbab perbuatannya ya gitu, amit-amit, mending kayak sekarang aja, jaga hati, jaga sikap meskipun nggak pake jilbab. Udah gitu adek merasa belum mendapat hidayah. Nanti klo InsyaAllah udah ada hidayah, adek pasti berjilbab". Itulah jawaban yang aku lontarkan dulu, dan itu juga yang menjadi jawaban banyak muslimah lain ketika ditanya alasannya tentang kenapa belum berjilbab.
Bahkan sempat terlintas dipikiranku, ngapain seh sibuk banget ngurusin urusan orang, itukan masalah hati, ngapain ditanya-tanya, ntar klo udah waktunya aku berjilbab, ntar aku juga berjibab koq. (Astaghfirullah....)
Langganan:
Postingan (Atom)
