Menu

Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Mei 2012

Jika anak dibesarkan

Kuala Lumpur,

Ini kutipan puisi dari Dorothy Law Nolte yang aku ambil dari sini :

Jika anak dibesarkan dengan celaan, dia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan/kekerasan, dia belajar membenci
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, dia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan hinaan, dia belajar menyesali diri

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, dia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, dia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, dia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, dia belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, dia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, dia belajar menyenangi dirinya
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, dia pun belajar menemukan cinta dalam kehidupan



Kamis, 26 April 2012

Ngaji yuk nak...

Kuala Lumpur,
Ada keberkahan tersendiri untuk orang tua dan anak apabila orang tuanya sendiri yang pertama kali memperkenalkan Al-Qur'an kepada anaknya. Ditambah lagi, aku pernah baca buku tentang seorang anak jenius Hussein Tbatabataba'i, dalam usianya 7 tahun sudah menyandang gelar doktor karena sudah hafal dan paham Al-Qur'an. Subhanallah. Bayangkan saja, kita saja baca qur'an masih senin kamis, seumur hidup khatam qur'an boleh dihitung dengan jari. Nah ini, anak yang "meutuah" ini umur 7 th sudah bisa hafal dan paham qur'an. Orang tua mana yang bahagia dengarnya, kalaulah anak-anak kita nanti lulus kuliah dan dapet kerjaan bagus, itu memang memberikan kita kebahagiaan, minimal di dunia, akan tetapi kalau ditambah dengan anak yang bisa menghafal al_qur'an, sujud syukur selalu. Gimana nggak, kita sebagai orang tuanya akan dijamin syurga oleh Allah. Amin... Amin...Ya Rabbal'alamin.


Nah ceritanya,

Kamis, 19 Mei 2011

Ngajarin anak bahasa daerah, siapa takut?

Diantara anggota keluarga yang lain aku yang beda sendiri. Kakak dan adikku semuanya menggunakan bahasa Aceh untuk berkomunikasi dengan nyanyak dan ayah. Klo aku, somehow, semua orang pasti berbicara bahasa Indonesia padaku. Misalkan nyanyak nyuruh aku untuk makan, "adek, makan malam", nah klo manggil cut'a atau cut ubit : "cut ubit, cut a pajoh bu". Nah lho? kenapa juga beda yah. Kata nyanyak waktu kecil kami sekeluarga sempat tinggal di Jakarta, karena ayah harus sekolah di Jakarta. Saat itulah aku lahir. Karena nggak berada di lingkungan orang-orang Aceh, jadinya aku cenderung jarang mendengar orang-orang ngobrol bahasa Aceh. Meskipun begitu, keluarga inti (nyanyak, ayah, cut'a dan sida) tetap ngomong bahasa Aceh. Singkat cerita jadilah aku menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dimana saja, kapan saja. Meskipun terkadang aku juga bisa sedikit-sedikit berbicara bahasa Aceh,tapi nggak lancar dan seringnya diketawain.

Sabtu, 14 Mei 2011

Welcome sis...

Sejak Cut Raufa lahir, berarti bertambahlah anggota keluarga. Sebagai anak sulung, amina jelas merasa segala sesuatunya jadi berbeda. Biasanya mama dan ayah selalu ada buat amina, sekarang dia harus berbagi kasih sayang mama dan ayah bersama dek raufa. Yang paling berasa itu perhatian mama, biasanya amina maen sama mama, klo sekarang harus berbagi mama sama dek raufa. Raufa kan masih bayi, bentar2 harus mimik, jadilah terkadang amina merasa nggak dipedulikan. Meskipun mama dan ayah sebisa mungkin berusaha membagi perhatian yang adil buat amina dan dek raufa. Sebagai kakak, meskipun dia baru berumur 2,5 tahun, Alhamdulillah amina bisa menunjukkan sayangnya buat adeknya. Tapi terkadang amina juga masih cemburuan.

Kamis, 08 Juli 2010

Proses penyapihan

Jakarta, 8 Juli 2010

ALhamdulillah udah lebih dari 2 minggu cut amina selesai di sapih. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Jadwal tidurnya udah kembali normal. Biasalah sekitar jam sepuluhan. Trus tidur siangnya juga gitu, kadang 2 kali (sejam sampai sejam setengah setiap tidur) atau cuma sekali bobo siang sampai 3 jam. Makannya juga Alhamdulillah mau. jadi makin sering ngemil. Apa aja dimakan (Mamanya harus makin rajin bikin makanan buat amina),karena kita jarang beli makanan luar.

Minggu, 27 Juni 2010

Amina di sapih....

Jakarta, 27 Juni 2010

Udah 4 hari amina disapih. Alhamdulillah dia nggak begitu rewel. Sebenarnya amina belum genap berusia 2 th, tapi karena alasan medis terpaksa amina aku sapih. Terakhir kali dia nenen hari rabu tanggal 23 juni 2010 jam 2 siang. Waktu itu dia nenen lama banget, sampe setengah jam lebih. Udah gitu, terpaksa aku lepasin, soalnya udah pedih banget. Metode penyapihan dengan menggunakan daun sambiloto

Senin, 14 Juni 2010

Tips Mengatasi anak diare

Jakarta, 21 Juni 2010

Orang tua mana yang nggak panik kalo anaknya diare. Gimana nggak? klo udah diare, biasanya disertai sama muntah-muntah. Muntah 2 kali aja, suhu tubuhnya langsung tinggi, karena kurang cairan. Suhu tubuhnya bisa mencapai lebih dari 38 derajat. Sebagai orang tua, waspadai sejak dini gejala anak diare. Jangan anggap sepele untuk urusan yang satu ini, salah-salah,bayi akan kekurangan cairan.
Berikut tips menghadapi anak diare :

Rabu, 26 Mei 2010

Kain Gendong

Jakarta, 26 May 2010

Jadi ingat dulu, waktu adek bungsuku lahir,kadang aku suka menggendongnya dengan kain gendong. Alhamdulillah, sekarang, setelah punya anak, aku sudah bisa menggunakan kain gendong untuk menggendongnya.

Jaman sekarang, sudah jarang orang yang mau memakai kain gendong untuk menggendong anaknya. Orang-orang lebih memilih menggunakan kereta bayi untuk membawa bayinya. Tidak perlu bersusah payah menggendong bayi. Kita hanya cukup mendorong kereta bayinya dari belakang. Disamping itu, kereta bayi biasanya juga menyediakan tempat untuk menyimpan barang-barang keperluan bayi. Cocok digunakan dikota-kota besar.Meskipun sering kali aku lihat di mal-mal kereta bayi malah digunakan untuk menyimpan barang belanjaan (kereta belanja atau kereta bayi ya?)

Sabtu, 08 Mei 2010

Pelajaran Penting dalam Mendidik anak bagian kedua

Bangkok, 8 May 2010

Saat menjadi orang tua, jujur aku bingung tentang bagaimana cara memperkenalkan Allah kepada anak-anakku. Sedari kecil, aku di ajarkan oleh orang tua tentang bagaimana menjalankan ibadah, memperkenalkan rukun iman, rukun islam, sholat 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, mengaji Al-qur'an, berakhlak mulia. Akan tetapi orang tua terkadang tidak tahu bagaimana cara menjelaskan konsep ketuhanan kepada anak-anaknya, menjelaskan essensi dari ibadah.

Dimulai dari hal-hal yang kecil.

Rabu, 05 Mei 2010

Pelajaran Penting dalam Mendidik anak Bagian satu...

Bangkok, May 5 2010

Punya anak adalah merupakan sebuah anugerah terbesar bagi keluarga kami. Lebih tepat sebenarnya bukan kata-kata "punya" akan tetapi "diamanahi keturunan". Setelah beberapa tahun lamanya kami harus bersabar sambil terus beharap kapan Allah akan memberikan kepercayaan kepada kami untuk punya keturunan. Sampai akhirnya aku hamil. Dan lahirlah buah hatiku.


Sejak masih di dalam kandungan, terkadang aku berpikir, bagaimana nantinya aku akan mendidik anakku menjadi khalifah di dunia. Jika ia wanita, aku berharap ia nantinya akan menjadi wanita sholiha, mulia hidup di dunia dan selamat di akhirat. Jika ia laki-laki, aku berharap ia nantinya akan menjadi pemimpin yang shalih, hidup mulia dan selamat di akhirat. Aku kira itu bukan mimpi yang muluk, semua orang tua pasti berharap anaknya akan menjadi manusia yang sukses, terpelajar, berbudi pekerti luhur, mandiri, cerdas, dan sayang pada orang tua. Apalagi yang kita bisa kita harapkan dari seorang anak jika tidak doa yang tulus selalu untuk ibu dan ayahnya. Terlebih lagi jika kita sudah tiada, semua amalan terputus kecuali amal jahiriyah, ilmu yang berguna dan doa dari anak yang shalih. Adapun hal-hal yang menurutku harus dilakukan adalah